Categories
Parenting

“Aku Mau Di Sekolah Ajah!”

Sudah waktunya pulang, si kecil malah makin asyik bermain. Mengapa si prasekolah betah di sekolah? Kai menangis enggan pulang, meski ibu- nya sudah membujuk Kai dengan se- gala cara. “Kai, sekolahnya sudah tutup. Teman-temanmu juga sudah pulang, Bu Guru mau pulang juga lo,” bujuk Fani, mama Kai.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Namun, Kai tetap bersikukuh ingin di sekolah. “Aku mau di sekolah saja, Ma! Di sekolah banyak mainan!” teriak Kai. Padahal, Fani sudah menjanjikan camilan favorit Kai jika ia mau pulang sekarang. Ya, Fani agak bingung, apakah harus bersyukur atau cemas saat Kai berkata ia le bih suka di sekolah. LINGKUNGAN DAN GURU YANG MENYENANGKAN Mungkin kita merasa aneh atau tak lazim mendengar anak terlalu betah di sekolah. Akan tetapi, memang ada anak yang demikian. Saat asyik bermain di rumah saudara, tetangga, atau playground, anak sering enggan diajak pulang.

 

Jika bisa, ia memilih bermain hingga lelah. Bisa juga karena fase adaptasi anak yang cenderung perlahan. Saat ia baru tiba atau bertemu pertama kali dengan teman baru, ia masih malumalu. Butuh waktu sedikit lebih lama beradaptasi. Perlahan, anak bisa bermain dengan teman barunya dan lama-lama asyik bermain. Eh, tak lama, malah kita yang mengajak anak pulang karena urusan sudah selesai. Tentu saja anak tidak mau pulang, bukan? Karena baginya, ia “baru saja” asyik dan menikmati kegiatannya.

Hal serupa dapat terjadi di sekolah, meskipun penyebab anak betah di sekolah bisa disebabkan oleh lebih banyak faktor. Pertama, lingkungan taman kanak-kanak pasti menyenangkan bagi anak. Di sana tersedia fasilitas bermain, seperti papan seluncur, jungkat-jungkit, panjat-panjatan, sampai ayunan. Di sekolah juga ada teman sebaya yang menjadi teman bermain anak. Ini bisa berbeda dengan situasi di rumah, yang mungkin si kecil satu-satunya anak, sementara teman bermain hanya orangtua atau pengasuh. Bagaimanapun juga, berbeda rasanya bermain dengan teman yang sepantaran dan orang dewasa. 24 Kedua, di sekolah ada guru yang mendampingi anak melakukan berbagai kegiatan. Anak yang sudah sekolah biasanya cenderung lebih patuh dan mau mendengarkan gurunya.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *