Categories
Parenting

Membaca Kurva Pertumbuhan Bag2

Pada satu kali pengukuran, rentang antara persentil 3 sampai persentil 97 adalah normal. Namun, kita tidak bisa menilai hanya dengan satu kali pengukuran. Pertumbuhan merupakan proses dinamis, sehingga diperlukan dua titik untuk menyatakan pertumbuhan seorang anak adalah normal ataukah terdapat gangguan.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Sebagai contoh, anak A berusia 2 bulan, kurva pertumbuhan BBnya menurut usia berada dipersentil 50 (5,5 kg); lalu di usia 3 bulan, BB menurut usia tetap berada di persentil 50 (6,5 kg). Jika demikian, berarti pertumbuhannya normal (Gambar 4). Contoh lain, anak B usia 3 bulan. BB menurut usia berada di persentil 15, tetapi saat usia 2 bulan, BB-nya di persentil 85, berarti terdapat penurunan BB yang signifi – kan. Nah, bila kita hanya melihat satu kali pengukuran pada usia 3 bulan, maka kita akan menilai anak B normal.

 

Tetapi bila kita melihat pertumbuhan anak B dari kurva pertumbuhan, akan tampak jika dirinya mengalami penurunan BB dan membahayakan pertumbuhannya (Gambar 5). Hal ini menjadi dasar, mengapa kita tidak boleh menilai seorang anak menggunakan mata, tetapi harus dengan kurva pertumbuhan.

NORMALKAH PERTUMBUHANNYA? Kurva pertumbuhan pun bisa menilai, apakah seorang anak yang tampak secara kasatmata kurus itu kurang gizi atau suatu variasi normal. Contoh: anak A usia 5 tahun dengan TB di persentil 85 dan BB di persentil 85, maka anak tersebut tampak proporsional, karena BB dan TB-nya berada di persentil yang sama.

Sedang kan anak B dengan usia dan jenis kelamin yang sama memiliki TB di persentil 85 dan BB di persentil 15, maka anak tersebut akan tampak tinggi dan kurus, karena BB berada di persentil yang lebih kecil dari persentil TB. Bila kedua anak tersebut disandingkan, maka anak B akan tampak kurus. Lalu apakah hal ini berarti anak B tidak sehat? Belum tentu. Pasalnya, penilaian pertumbuhan harus menilai perjalanan BB dan TB seorang anak. Jadi, bila BB anak B dari awal berada di persentil 15, maka hal ini tak perlu dikhawatirkan, walau secara kasatmata anak B tampak kurus.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *