Categories
Info

Menyeimbangkan Jiwa di Ruang Terbuka

MeMbangun dan Menata sebuah kota tidak sekadar menitik beratkan kepada pembangunan yang bersifat ekonomi. Demi alasan meningkatkan pendapatan daerah, semua lahan yang ada kerap dijadikan sebuah obyek yang bernilai ekonomis, mulai dari mal, hingga SPBU. Alasan itulah yang kerap menjadikan pihak-pihak tertentu mudah mendapatkan izin untuk membangun. Tak terhitung berapa banyak ruang terbuka yang kini beralih rupa menjadi TekS Septian tito Megananda FoTo bella WiraniSkala Pembangunan di Surabaya tidak hanya mengacu pada aspek ekonominya saja, tetapi juga demi memperkaya jiwa masyarakatnya. di Ruang Terbuka Surabaya bangunan-bangunan komersial yang kian meraja. Hal yang telah dilupakan oleh pemerintah kota adalah bahwa individu-individu di dalamnya juga perlu “dibangun.”

Baca Juga : https://rajawalindo.com/products/jual-genset-jakarta-2/

Salah satu aspek yang kerap dilupakan adalah bahwa manusia juga butuh ruang terbuka, sebagai salah satu penyeimbang kehidupan masyarakat kota yang penuh dengan tekanan. Fungsi taman kota sebagai salah satu area terbuka adalah menyehatkan jasmani dan rohani masyarakat di sekitarnya. Mengapresiasi hal tersebut, pelayanan akan Ruang terbuka Hijau (RTH), kini sedang digencarkan oleh Dinas kebersihan dan Pertamanan kota (DkP) Surabaya saat ini dengan membangun dan memugar taman-taman di kota Surabaya, demi kehidupan masyarakatnya. Banyaknya lahan-lahan kosong di tengah kota Surabaya tidaklah membuat kota ini mengeksposnya sebagai area komersial, namun dimanfaatkan dengan penuh kearifan, yakni dengan menjadikannya sebagai taman dan hutan kota. Melihat luas wilayah Surabaya yang sebesar 32.636.768 ha, sudah selayaknya kota ini memiliki RTH seluas 4.8951.52 ha. Saat ini pembangunan RTH di Surabaya telah menyentuh angka 12 hingga 20 persen dari keseluruhan RTH yang dikerjakan bersama dengan ReI dan pihak lain. Salah satu RTH yang banyak dibangun di kota Surabaya adalah taman-taman kota, yang kini menjadi salah satu pesona di kota Pahlawan ini. Tidak sekadar sebuah taman.

Taman-taman kota di Surabaya dibangun dengan sepenuh hati demi memenuhi ekspektasi dari seluruh lapisan masyarakatnya. Pemerintah kota Surabaya lewat Musyawarah Perencanaan Pembangunan kota Surabaya tahun 2009 mengutarakan strategi penambahan ruang terbuka hijau, dengan area taman sebesar 38,56 ha. Terhitung ada lebih dari 10 taman dengan berbagai macam fungsi serta sarana yang memang ditujukan untuk seluruh kalangan tanpa terkecuali. Taman-taman tersebut antara lain adalah: Taman Bungkul, Taman Apsari, Taman Flora, Taman Prestasi, Taman Ronggolawe, Taman dr. Soetomo, Taman Yos Sudarso, Taman Lansia, Taman Mayangkara, dan Taman Persahabatan. Masing-masing taman memang dibuat dengan fungsi yang beragam karena menyadari kebutuhan akan fasilitas dan sarana-sarana penunjang tiap individu itu berbeda-beda. Misalnya Taman Lansia, yang memang tujuan utamanya agar masyarakat dengan usia lanjut turut dapat mengakses taman yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Penyandang cacat juga dibuatkan jalur khusus, agar mereka turut dapat merasakan fasilitas kota ini, seperti yang terdapat di Taman Bungkul. Sementara, untuk anak-anak muda di Surabaya, fasilitas yang dapat mereka gunakan misalnya adalah area untuk skateboard dan sepeda. Ini merupakan sebuah langkah positif yang tepat, agar adrenalin mereka dapat tersalurkan dengan baik, yang tentu dapat meminimalkan kegiatan-kegiatan negatif di kota tersebut. Langkah positif lainnya adalah dengan menyediakan fasilitas wi-fi di taman-taman tersebut, dengan harapan masyarakat Surabaya makin tanggap teknologi. Pembangunan taman kota dan RTH lainnya merupakan konsep City of Tommorow (kota masa depan) dengan mengedepankan aspek lingkungan, yang diusung oleh kota Surabaya.

Tujuan utamanya adalah mengembalikan fungsi RTH dengan selayaknya dan sebaik-baiknya. Hal tersebut tidak hanya diapresiasi oleh masyarakat Surabaya dan Indonesia semata, tetapi juga banyak mendapatkan penghargaan tingkat internasional, salah satunya adalah Taman Bungkul yang dinobatkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai taman terbaik se-Asia. Fakta di atas membuktikan jika pembangunan tidak hanya diasosiasikan dengan tumbuhnya area-area komersial dan gedung-gedung bertingkat, tetapi juga melalui ruang terbuka yang berjalan seiring dengan perkembangan sebuah daerah. Fungsi RTH di Surabaya tidak hanya sebagai filter udara dan daerah resapan air, tetapi juga menambah kenyamanan dan memberikan berbagai hal positif lainnya yang sudah bisa dirasakan dan diapresiasi oleh masyarakatnya. Taman-taman tersebut merupakan sarana yang istimewa bagi masyarakat kota Surabaya untuk memperkaya kehidupan mereka, sebuah ruang bagi jiwa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *