Categories
Info

Mimpi E-Commerce Lokal, Ungguli Pemodal Besar

Tak gentar dengan pesaing-pesaing bisnis e-commerce tanah air yang dikuasai pemain bermodal besar dari investor asing, Bukalapak tetap percaya diri mengarungi bisnis ini berbekal talenta dan modal lokal. B ukalapak.com adalah layanan model pak hanya berlaku sebagai pasar, sementara jual beli barang dilakukan oleh pengguna Bukalapak ke- pada pengguna lainnya. customer to customer E-commerce (C2C). Artinya, Bukala- e-commerce dengan mo- dengan del serupa seperti yang dilakukan Tokopedia, Kaskus Jual-Beli, dan lainnya. Bukalapak masuk dalam jajaran lima besar pebisnis e-commerce tanah air dengan traffic tertinggi, seperti diakses CHIP dari Alexa pada pertengahan Januari 2015. Lazada menguasai porsi terbesar traffic belanja online tanah air, disusul OLX, Berniaga, Bukalapak di urutan empat, dan Tokopedia diposisi lima. Sebelumnya, pada 2013 Bukalapak juga mencatat pertumbuhan yang pesat. Nilai transaksi per hari tumbuh dari 10 juta rupiah menjadi 500 juta rupiah per Desember 2013.

Ranking Alexa Bukalapak pun naik drastis dari peringkat 200 di Indonesia pada bulan Januari 2013 menjadi 50 pada bulan Desember 2013. Pada akhir 2014, posisinya naik di peringkat 30 di Indonesia. Lokal Bukalapak kini ditenagai oleh orang muda Indonesia. Ahmad Zaky, CEO Bukalapak menyebutkan dengan bangga bahwa banyak “lulusan” Bukalapak yang kini ikut membangun bisnis online di Indonesia. Selain itu, ia juga bangga bahwa rekan-rekannya di Bukalapak bersedia ikut membangun Bukalapak dari bawah meski dengan gaji yang lebih kecil dari tempat mereka bekerja sebelumnya “CFO Bukalapak dulu kerja di Jerman. Tapi ketika saya minta untuk ikut membangun Bukalapak dia bersedia, meski gajinya lebih kecil. Tapi lebih menantang,” tuturnya. “Kita selektif dengan pemodal, kalau tidak sejalan lebih baik tidak perlu. Selain itu kita juga mengusahakan agar modal terbesar Bukalapak masih dipengang sendiri, sehingga kita bisa lebih leluasa berinovasi. Permodalan kita sebagian besar masih dari para founder,” jelas Zaky. Sebelumnya Bukalapak sempat mendapat pendanaan asing meski menurut Zaky jumlahnya tak seberapa. Pada 2011, Bukalapak mendapat pendanaan Seri Seed dari Batavia Incubator. Bukalapak lantas memperoleh pendanaan Seri A dari GREE Ventures di tahun 2012. Pada 2014, Bukalapak kembali disuntik dana dari Aufcan dan 500 Startup asal Silicon Valley, Amerika Serikat. Rival asing bermodal besar Sebagai pemain e-commerce, Bukalapak berhadapan dengan rival-rival bermodal besar juga pemain asing. Tahun lalu, Tokopedia mendapat total investasi US$100 miliar dari SoftBank Internet and Media dan Sequoia.

Baca Juga : WA WEB

Nilai investasi setara Rp1,2 triliun ini merupakan nilai investasi terbesar (yang pernah diumumkan) di Asia Tenggara. Lazada dan Zalora juga jadi pemain e-commerce lain yang cukup agresif melebarkan bisnisnya di Asia Tenggara. Untuk mendukung agresivitas mereka ini, dana segar dalam jumlah besar siap disokong oleh inkubator mereka. Kedua grup bisnis ini ada di bawah arahan dan permodalan dari inkubator startup Rocket Internet asal Jerman. Sementara Tokobagus kini berganti nama menjadi OLX setelah beberapa tahun lalu diakuisisi Naspers. Naspers sendiri adalah investor yang merupakan grup media asal Afrika Selatan. Naspers lantas membeli OLX yang ada di Buenos Aires, Argentina yang kemudian melenggang ke 106 negara lain di bawah bendera OLX. Sementara Berniaga, sebelumnya diinvestasi oleh 701 Search yang merupakan investor gabungan antara perusahaan Schibsted (Norwegia), Telenor (Norwegia), dan Singapore Press Holdings (Singapura).

Belakangan 701 Search membuat usaha patungan dengan Naspers untuk kawasan Asia Tenggara. Naspers akan jadi pemegang saham mayoritas, menguasai 64 persen di perusahaan patungan ini, sementara 701 Search sebesar 36 persen. November lalu, Berniaga mengumumkan akan bergabung dengan Tokobagus di bawah satu nama, OLX. Membangun kepercayaan Bersaing dengan pemodal-pemodal besar, tak membuat Zaky dan rekan-rekannya di Bukalapak gentar. Ia yakin bahwa kemajuan bisnis bukan perkara melimpahnya modal semata. Menurutnya, kunci sukses e-commerce adalah bagaimana membangun kepercayaan pengguna. Memberikan layanan yang baik, penyajian produk yang jujur, dan proses transaksi aman, jadi andalan. Menurut Zaky, tan tangan e-commerce lokal adalah bagimana membuat produk yang sangat bagus sehingga customer suka dan pakai produk marketplace Indonesia. “Belakangan kita juga merasakan bahwa semakin improve suatu produk, orang makin banyak pakai.

Mim pinya ke depan bagimana agar belanja pagi, sore sampai. Di Korea sudah kayak gini, Jepang juga beberapa sudah,” tandasnya. Kuatnya ikatan komunitas penjual Bukalapak juga mebantu peningkatan layanan Bukalapak bagi para penjual. Mereka sering memberi masukan agar Bukalapak makin ramah pengguna. “Sulit untuk bikin produk yang simple dan mudah dipakai,” ujarnya. Bagi pembeli, kepercayaan dibangun dengan memberikan layanan e-commerce yang dibuat seaman mungkin dari penipuan. Oleh karena itu, pedagang tidak diperkenankan menaruh kontak pribadi. Pembayaran juga ditangani sendiri oleh Bukalapak lewat sistem rekening bersama lewat Buka Dompet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *